Saat Dunia Terasa Berisik: Jurus Jitu Mengelola Stres

2025-10-01 05:42:45

Saat Dunia Terasa Berisik: Jurus Jitu Mengelola Stres

Hai, Sobat Nyala!

Tugas numpuk, ekspektasi orang tua, drama sama teman, belum lagi mikirin masa depan. Wajar banget kalau kepala kita terasa 'berisik' dan penuh. Perasaan tertekan inilah yang kita sebut stres.

Stres itu nggak selalu buruk, lho. Sedikit stres bisa memotivasi kita untuk belajar lebih giat atau menyelesaikan pekerjaan. Tapi, kalau stresnya berlebihan dan nggak dikelola, rasanya bisa sangat melelahkan dan menguras energi mental.

Kabar baiknya, kamu punya kendali. Kamu bisa belajar mengelola stres agar tidak menguasaimu. Yuk, coba beberapa jurus jitu yang konkret dan bisa langsung kamu praktikkan!

  1. Relaksasi Otot Progresif: Melemaskan Ketegangan Fisik

Sering nggak sadar, saat stres, otot-otot di tubuh kita jadi tegang? Bahu jadi kaku, rahang mengatup, atau tangan mengepal. Teknik ini membantumu secara sadar mengenali dan melepaskan ketegangan fisik itu, yang pada akhirnya juga menenangkan pikiran.

Cara Melakukannya:

  1. Cari posisi nyaman, bisa duduk atau berbaring.
  2. Tarik napas dalam, lalu mulailah dari kaki. Tegangkan otot-otot di telapak kakimu sekuat mungkin selama 5 detik. Rasakan ketegangannya.
  3. Setelah 5 detik, lemaskan sepenuhnya sambil menghembuskan napas. Rasakan perbedaan sensasinya. Nikmati perasaan rileks itu selama 10-15 detik.
  4. Lanjutkan ke bagian tubuh lain: betis, paha, perut, dada, lengan, tangan, bahu, leher, dan wajah. Lakukan dengan pola yang sama: TEGANGKAN (5 detik) -> LEMASKAN (10-15 detik).
  5. Setelah semua bagian tubuh selesai, rasakan sensasi rileks yang menyebar di seluruh tubuhmu.
  6. Visualisasi 'Tempat Aman': Liburan Singkat di Dalam Pikiran

Ketika dunia di sekitarmu terasa terlalu ramai dan menekan, teknik ini mengajakmu 'berlibur' sejenak ke sebuah tempat yang aman dan damai di dalam imajinasimu.

Cara Melakukannya:

  1. Duduk atau berbaring dengan nyaman dan pejamkan mata.
  2. Bayangkan sebuah tempat di mana kamu merasa sangat aman, tenang, dan bahagia. Bisa jadi itu pantai, puncak gunung, kamarmu, perpustakaan yang sepi, atau bahkan tempat fantasi.
  3. Gunakan kelima inderamu untuk membuat tempat itu terasa nyata:
  4. Apa yang kamu lihat? (Warna air laut, hijaunya daun, cahaya matahari)
  5. Apa yang kamu dengar? (Deburan ombak, kicau burung, hening)
  6. Apa yang kamu cium? (Aroma tanah setelah hujan, bau buku lama, wangi bunga)
  7. Apa yang kamu sentuh/rasakan? (Hangatnya pasir, sejuknya angin, empuknya sofa)
  8. Habiskan beberapa menit di 'tempat aman'-mu ini, nikmati perasaannya sampai kamu merasa lebih tenang dan siap kembali menghadapi kenyataan.
  9. Brain Dump: 'Muntahkan' Isi Kepala ke Kertas

Kadang, stres terasa berat karena semua kekhawatiran berputar-putar di dalam kepala. Coba ambil selembar kertas dan pulpen.

  1. Atur timer selama 5 atau 10 menit.
  2. Tulis semua—semuanya!—yang ada di pikiranmu. Kekhawatiran, kemarahan, daftar tugas, ide-ide acak. Jangan pedulikan tata bahasa atau kerapian.
  3. Setelah selesai, kamu bisa membaca ulang untuk melihat apa yang sebenarnya mengganggumu, atau kamu bisa langsung merobek atau membuang kertas itu sebagai simbol melepaskan beban.

Mengelola stres adalah sebuah keahlian yang perlu dilatih. Coba temukan teknik mana yang paling cocok untukmu. Kamu adalah bos dari stresmu, bukan sebaliknya.

Sumber 

Kemenkes Corporate University: “Terapi Relaksasi Otot Progresive” https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/66bd664343b4b45607502b7c

MentalHealth.com: “ Teknik Visualisasi untuk Mengurangi Stres” https://www.mentalhealth.com/library/visualization-and-guided-imagery-for-stress-reduction

Universitas Gadjah Mada: “Brain Dump: Teknik Menulis untuk Meringankan Beban Pikiran”-http://karir.feb.ugm.ac.id/2025/01/22/brain-dump-teknik-menulis-untuk-meringankan-beban-pikiran
 

Back to Posts